TUGAS PKN
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI SEJAK KEMERDEKAAN
– SEKARANG DAN MEMBANDINGKAN DENGAN KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI SEJAK
PRESIDEN SOEKARNO – SBY.
BY : DELIMA
ANJELNIA
XI IPA 1
Kebijakan
Politik Luar Negeri Indonesia sejak
Kemerdekaan - Sekarang
Kemerdekaan
Kebijakan politik luar negeri di Indonesia
mulai menunjukkan eksistensinya di dunia internasional ini di tunjukkan dengan
pencarian pengakuan kedaulatan pasca kemerdekaan oleh bung hatta dkk dengan
menggunakan jalur diplomasi melalui perundingan-perundingan.
Era orde Lama ( 17
agustus 1950 – 6 juli 1959 )
Orde lama
menandakan jalan baru bagi Indonesia untuk membangun negaranya terbebas dari
ancaman – ancaman sekutu. Dengan terbentuknya NKRI, Indonesia mulai terlibat
secara aktif dengan hubungan – hubungan antar Negara. Indonesia merupakan
Negara pencetus non-blok dan menjadi Negara yang paling aktif dalam menyuarakan
anti memihat antara kedua blok tersebut. Indonesia juga menegaskan bahwa
politik luar negerinya independen ( bebas ) dan aktif yang kini di kenal
sebagai politik bebas aktif.
Era orde baru
Pergantian
kekuasaan dari rezim orde lama yang dipimpin soekarno menuju rezim orde baru
yang di pimpin soeharto memberikan
perubahan yang cukup mendasar dalam sifat diplomasi Indonesia. Soekarno dengan
haluan politik luar negeri yang revolusioner dan anti-imperalisme bersifat
sangat konfrontatif. Sebaliknya setelah memasuki rezim orde baru , sifat
politik yang bersifat kooperatif. Pada masa orde baru, landasan operasional
politik luar negeri Indonesia kemudian semakin di pertegas dengan beberapa
aturan, diantaranya Tap MPR NO.XII/MPR/1966 tanggal 5 juli 1966 tentang
penegasan kembali kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Masa Reformasi
Pada era reformasi 1 yang dipimpin oleh Habibie. Di awal pemerintahannya,
Habibie menghadapi persoalan yang cukup serius. Habibie mampu memperoleh
simpati IMF dan bank dunia dengan keputusan kedua lembaga tersebut untuk
mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis ekonomi sebesar 43 milyar
dolar bahkan menawarkan bantuan sebesar 14 milyar dolar.
Pada era reformasi 2 yang di pimpin oleh Abdurahman
Wahid ( Gusdur ). Ketika Gusdur memimpin Indonesia, politik luar negeri
Indonesia cenderung mirip dengan politik luar negeri pada masa orde lama (
soekarno ). Pada masa pemerintahannya politik luar negeri Indonesia tidak jelas
arahnya Hubungan RI dengan dunia barat mengalami kemunduran yaitu memburuknya
hubungan RI dengan Australia
Masa Demokrasi
Pada
Demokrasi 1 yang dipimpin oleh Megawati. Politik luar negeri Indonesia
dipengaruhi beragam peristiwa seperti peristiwa serangan teroris 11/09/2001 di
AS, bom bali 2002, bom hotel JW Marriot Jakarta 2003 tetapi diplomasi Indonesia
masih tetap aktif.
Pada
Demokrasi 2 yang dipimpin SBY. Dalam
pandangan Presiden Yudhoyono, prinsip bebas-aktif tidak berarti menjadikanIndonesia tidak berani bersikap. Dengan prinsip
itu, Indonesia berjuang sebagai pelopor membebaskan bangsa-bangsa
dari segala macam penjajahan dan aktif
mendorongmewujudkan tata dunia baru
yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan.Presiden
Yudhoyono menyatakan bahwa sudah waktunya Indonesia memiliki kebijakan
luar negeri baru sesuai dengan
perubahan dunia saat ini.
Kebijakan
Politik Luar Negeri Indonesia sejak
Presiden Soekarno - SBY
Presiden soekarno
·
Secara jelas terlihat Indonesia pada saat itu juga cenderung berporos ke
Timur dan dekat dengan negara-negara komunis seperti Cina dan Uni Soviet
dibandingkan dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
·
Presiden
Soekarno juga menetapkan politik luar marcusuar di mana dibuat poros
Jakarta-Peking-Phyongyang. Hal ini menyulut kontrofersi dimata dunia
internasional, karena Indonesia yang awalnya menyatakan sikap sebagai negara
non-Blok menjadi berpindah haluan. Hal
ini membuat tidak berjalan dengan efektifnya politik luar negeri bebas aktif
saat itu.
Presiden Soeharto
- Pada era di bawah Soeharto bisa dikatakan politik luar negeri Indonesia lebih condong ke Barat.
- Pada periode Soeharto inilah Indonesia mulai meminjam bantuan kepada lembaga keuangan milik Barat, seperti International Monetary Fund (IMF). Dalam hal ini, Indonesia juga mulai memperbaiki hubungan kembali dengan Malaysia di mana sempat memburuk di era Soekarno
·
Soeharto
disibukkan dengan mengembalikan citra Indonesia di mata internasional guna
mendorong investasi di dalam negeri negeri
Presiden B.J Habibie
·
Habibie mampu memperoleh simpati dari IMF dan Bank Dunia dengan keputusan
kedua lembaga tersebut untuk mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis
ekonomi sebesar 43 milyar dolar dan bahkan menawarkan tambahan bantuan sebesar
14 milyar dolar
·
Tidak jauh berbeda dengan politik luar negeri
Indonesia di bawah pimpinan soeharto
Presiden Abdurrahman Wahid
·
Pada masa pemerintahannya, politik internasional RI menjadi tidak jelas
arahnya. Hubungan RI dengan dunia Barat mengalami kemunduran setelah lepasnya
Timor Timur
Presiden Megawati Soekarno Putri
- bahwa diplomasi Indonesia kembali menjadi aktif pada masa pemerintahan Megawati.
- Dalam pengertian bahwa pelaksanaan diplomasi di masa pemerintahan Megawati kembali ditopang oleh struktur yang memadai dan substansi yang cukup.
·
Bahkan
Departemen Luar Negeri mengalami restrukturisasi guna memperbaiki kinerjanya.
Restrukturisasi ini sangat tepat waktu mengingat perubahan global terjadi
begitu cepat, terutama setelah peristiwa 11 September 2001 di AS. Perubahan
cepat ini memaksa setiap negara untuk mampu beradaptasi dan mengelola arus
perubahan tersebut.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
- Indonesia tidak pandang bulu bergaul dengan negara manapun sejauh memberikan manfaat bagi Indonesia, semisal pembelian senjata dari Russia maupun AS (makna bebas)
·
Indonesia juga terus berupaya mendorong upaya damai antara Israel dan
Palestina, serta saat ini Indonesia terus memediasi konflik antara Thailand dan
Kamboja (makna aktif)
No comments:
Post a Comment