Saturday, May 4, 2013



TUGAS PKN
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI SEJAK KEMERDEKAAN – SEKARANG DAN MEMBANDINGKAN DENGAN KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI SEJAK PRESIDEN SOEKARNO – SBY.
BY : DELIMA ANJELNIA
XI IPA 1
Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia  sejak Kemerdekaan -  Sekarang
Kemerdekaan
 Kebijakan politik luar negeri di Indonesia mulai menunjukkan eksistensinya di dunia internasional ini di tunjukkan dengan pencarian pengakuan kedaulatan pasca kemerdekaan oleh bung hatta dkk dengan menggunakan jalur diplomasi melalui perundingan-perundingan.
Era orde Lama ( 17 agustus 1950 – 6 juli 1959 )
Orde lama menandakan jalan baru bagi Indonesia untuk membangun negaranya terbebas dari ancaman – ancaman sekutu. Dengan terbentuknya NKRI, Indonesia mulai terlibat secara aktif dengan hubungan – hubungan antar Negara. Indonesia merupakan Negara pencetus non-blok dan menjadi Negara yang paling aktif dalam menyuarakan anti memihat antara kedua blok tersebut. Indonesia juga menegaskan bahwa politik luar negerinya independen ( bebas ) dan aktif yang kini di kenal sebagai politik bebas aktif.
Era orde baru
Pergantian kekuasaan dari rezim orde lama yang dipimpin soekarno menuju rezim orde baru yang di pimpin soeharto memberikan perubahan yang cukup mendasar dalam sifat diplomasi Indonesia. Soekarno dengan haluan politik luar negeri yang revolusioner dan anti-imperalisme bersifat sangat konfrontatif. Sebaliknya setelah memasuki rezim orde baru , sifat politik yang bersifat kooperatif. Pada masa orde baru, landasan operasional politik luar negeri Indonesia kemudian semakin di pertegas dengan beberapa aturan, diantaranya Tap MPR NO.XII/MPR/1966 tanggal 5 juli 1966 tentang penegasan kembali kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Masa Reformasi
Pada era reformasi 1 yang dipimpin oleh Habibie. Di awal pemerintahannya, Habibie menghadapi persoalan yang cukup serius. Habibie mampu memperoleh simpati IMF dan bank dunia dengan keputusan kedua lembaga tersebut untuk mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis ekonomi sebesar 43 milyar dolar bahkan menawarkan bantuan sebesar 14 milyar dolar.
Pada era reformasi 2 yang di pimpin oleh  Abdurahman Wahid ( Gusdur ). Ketika Gusdur memimpin Indonesia, politik luar negeri Indonesia cenderung mirip dengan politik luar negeri pada masa orde lama ( soekarno ). Pada masa pemerintahannya politik luar negeri Indonesia tidak jelas arahnya Hubungan RI dengan dunia barat mengalami kemunduran yaitu memburuknya hubungan RI dengan Australia
Masa Demokrasi
Pada Demokrasi 1 yang dipimpin oleh Megawati. Politik luar negeri Indonesia dipengaruhi beragam peristiwa seperti peristiwa serangan teroris 11/09/2001 di AS, bom bali 2002, bom hotel JW Marriot Jakarta 2003 tetapi diplomasi Indonesia masih tetap aktif.

Pada Demokrasi 2 yang dipimpin SBY. Dalam pandangan Presiden Yudhoyono, prinsip bebas-aktif tidak berarti menjadikanIndonesia tidak berani bersikap. Dengan prinsip itu, Indonesia berjuang sebagai pelopor membebaskan  bangsa-bangsa  dari  segala  macam  penjajahan  dan  aktif  mendorongmewujudkan tata dunia baru yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan.Presiden Yudhoyono menyatakan bahwa sudah waktunya Indonesia memiliki kebijakan luar negeri baru sesuai dengan perubahan dunia saat ini.
Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia  sejak Presiden Soekarno -  SBY
Presiden soekarno
·         Secara jelas terlihat Indonesia pada saat itu juga cenderung berporos ke Timur dan dekat dengan negara-negara komunis seperti Cina dan Uni Soviet dibandingkan dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
·      Presiden Soekarno juga menetapkan politik luar marcusuar di mana dibuat poros Jakarta-Peking-Phyongyang. Hal ini menyulut kontrofersi dimata dunia internasional, karena Indonesia yang awalnya menyatakan sikap sebagai negara non-Blok menjadi berpindah haluan. Hal ini membuat tidak berjalan dengan efektifnya politik luar negeri bebas aktif saat itu.
Presiden Soeharto
  • Pada era di bawah Soeharto bisa dikatakan politik luar negeri Indonesia lebih condong ke Barat.
  • Pada periode Soeharto inilah Indonesia mulai meminjam bantuan kepada lembaga keuangan milik Barat, seperti International Monetary Fund (IMF). Dalam hal ini, Indonesia juga mulai memperbaiki hubungan kembali dengan Malaysia di mana sempat memburuk di era Soekarno
·         Soeharto disibukkan dengan mengembalikan citra Indonesia di mata internasional guna mendorong investasi di dalam negeri negeri
Presiden B.J Habibie
·         Habibie mampu memperoleh simpati dari IMF dan Bank Dunia dengan keputusan kedua lembaga tersebut untuk mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis ekonomi sebesar 43 milyar dolar dan bahkan menawarkan tambahan bantuan sebesar 14 milyar dolar
·         Tidak jauh berbeda dengan politik luar negeri Indonesia di bawah pimpinan soeharto
Presiden Abdurrahman Wahid
·         Pada masa pemerintahannya, politik internasional RI menjadi tidak jelas arahnya. Hubungan RI dengan dunia Barat mengalami kemunduran setelah lepasnya Timor Timur
Presiden Megawati Soekarno Putri
  • bahwa diplomasi Indonesia kembali menjadi aktif pada masa pemerintahan Megawati.
  • Dalam pengertian bahwa pelaksanaan diplomasi di masa pemerintahan Megawati kembali ditopang oleh struktur yang memadai dan substansi yang cukup.
·         Bahkan Departemen Luar Negeri mengalami restrukturisasi guna memperbaiki kinerjanya. Restrukturisasi ini sangat tepat waktu mengingat perubahan global terjadi begitu cepat, terutama setelah peristiwa 11 September 2001 di AS. Perubahan cepat ini memaksa setiap negara untuk mampu beradaptasi dan mengelola arus perubahan tersebut.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Indonesia tidak pandang bulu bergaul dengan negara manapun sejauh memberikan manfaat bagi Indonesia, semisal pembelian senjata dari Russia maupun AS (makna bebas)
·         Indonesia juga terus berupaya mendorong upaya damai antara Israel dan Palestina, serta saat ini Indonesia terus memediasi konflik antara Thailand dan Kamboja (makna aktif)

No comments:

Post a Comment